Skip to main content

Kenali aksara, pahami budaya.

Bangsa Eropa memperkenalkan Alfabet Latin yang kemudian menjadi dominan melalui administrasi kolonial dan mesin cetak. Pasca-kemerdekaan, aksara Latin disahkan sebagai identitas nasional Indonesia, sementara aksara daerah tetap dilestarikan sebagai warisan budaya luhur yang kini mulai didigitalisasi. 

Abad ke-4 Masehi

Kelahiran Aksara di Nusantara

Masa sejarah dimulai dengan hadirnya Aksara Pallawa dari India Selatan. Bukti tertua ditemukan pada Prasasti Yupa di Kutai, Kalimantan Timur. Di periode ini, aksara berfungsi sebagai sarana pencatatan ritual keagamaan, silsilah raja, dan pengetahuan dalam bahasa Sanskerta.

Abad ke-8 Masehi

Transformasi Aksara Kawi

Seiring berkembangnya kerajaan seperti Mataram Kuno dan Kediri, Aksara Pallawa bertransformasi menjadi Aksara Kawi (Jawa Kuno). Inilah 'ibu' dari berbagai aksara daerah di Indonesia. Tulisan mulai digunakan lebih luas untuk karya sastra, hukum, dan diplomasi antarwilayah.

Abad ke-14 Masehi

Era Aksara Jawi dan Pegon

Masuknya Islam membawa pengaruh Aksara Arab yang diadaptasi menjadi Aksara Jawi (untuk Bahasa Melayu) dan Pegon (untuk Bahasa Jawa). Aksara ini menjadi kunci utama dalam perdagangan internasional, penyebaran agama, dan komunikasi lintas etnis di seluruh Nusantara.

Abad ke-16 Masehi

Standarisasi Alfabet Latin

Bangsa Eropa memperkenalkan Alfabet Latin yang kemudian menjadi dominan melalui administrasi kolonial dan mesin cetak. Pasca-kemerdekaan, aksara Latin disahkan sebagai identitas nasional Indonesia, sementara aksara daerah tetap dilestarikan sebagai warisan budaya luhur yang kini mulai didigitalisasi.

Filosofi dan Kebijaksanaan Hidup

Lebih dari sekadar alat tulis, Aksara Jawa adalah simbol perjalanan spiritual. Dikenal melalui legenda Aji Saka, deretan huruf Hanacaraka hingga Mangadhanya mengandung makna mendalam tentang keseimbangan alam, moralitas, dan hubungan manusia dengan Sang Pencipta. Telusuri bagaimana aksara ini menjadi saksi kejayaan literatur dari era Kerajaan Mataram hingga menjadi warisan budaya dunia.

Identitas Tanah Pasundan

Aksara Sunda mencerminkan jati diri masyarakat Jawa Barat yang tangguh namun harmonis. Berakar dari aksara Sunda Kuno yang ditemukan pada prasasti-prasasti abad ke-14 seperti Kawali, kini Aksara Sunda telah direvitalisasi menjadi standar modern. Pelajari keunikan bentuknya yang terinspirasi dari kearifan lokal dan bagaimana aksara ini tetap tegak berdiri sebagai simbol kebanggaan budaya Sunda.

Garis Suci di Pulau Dewata

Di Bali, aksara adalah napas dalam kehidupan beragama dan seni. Aksara Bali terbagi dalam fungsi estetika sehari-hari hingga fungsi magis suci (Modre) yang digunakan dalam naskah-naskah lontar kuno. Jelajahi keindahan goresan melengkung yang rumit ini, yang hingga kini masih hidup berdampingan dengan modernitas, menjaga tradisi penulisan naskah agama dan sastra tetap murni.